experience

Sabtu, 24 September 2011

Kolesterol

Dulu...saya masih bingung dengan istilah yang satu ini. Ketika ada yang mengatakan "aduuh..kolesterolku tinggi", atau "hati-hati lo pah, nanti kolesterolnya naik" atau iklan-iklan di tv dengan bunyi senada. Saya tetap bingung, hehe
Apa itu kolesterol, seperti apa bentuknya, bagaimana pengaruhnya ke dalam tubuh, semua hal tersebut baru saya pahami setelah saya masuk ke departemen gizi masyarakat. Bukan cuma itu, saya juga pernah mengalami kadar kolesterol total yang tinggi, padahal saya kurus, tapi kolesterol saya sempat mencapai 215, padahal normalnya untuk orang seusia saya (22 tahun) itu di bawah 250. Beu...rasanya gimanaa gitu, langsung deh habis itu diet abis2an, yang sangat saya hindari selama diet adalah telur, karena kandungan kolesterolnya tinggi sedangkan saya hampir tiap hari makan telur.
Kini saya akan sedikit berbagi tentang kolesterol dari apa yang saya baca, judulnya adalah "Serangan Jantung: Nyeri dada mesti spesifik. Buku ini diterbitkan oleh Pusat Jantung Nasional Rumah Sakit Harapan Kita tahun 2003 perusahaan penerbitannya adalah KOKA PUSDIKLAT (koperasi karyawan pusat pendidikan dan pendidikan) RS Harapan Kita. Artikelnya ditulis oleh Faisal Baraas. Berikut isi artikelnya:

Lemak dibutuhkan oleh tubuh terutama dalam proses produksi berbagai hormon dan pemeliharaan jaringan saraf dalam tubuh. Pada anak, kemak, kolesterol dan semua derivatnya sangat dibutuhkan bagi perkembangan sel-sel otaknya dan hal ini akan menentukan kecerdasannya di kemudian hari. Tapi apabila kadar lemak berlebihan dalam darah, ternyata bakal memberikan efek samping yang amat serius, yaitu merusak sel-sel pembuluh darah di seluruh tubuh, terutama di jantung, otak, ginjal, mata, dan sebagainya. Edekt samping itu dikenal dengan istiah aterosklerosis, yaitu suatu pengapuran penferasan dinding pembuluh darah yang disebabkan terutama oleh penumpukkan kolesterol di dalamnya. Kolesterol adalah salah satu lntsur lemak yang memag sangat dominan peranannya dalam proses aterosklerosis itu.
Unsur-unsur lemak dalam plasma terdiri dari kolesterol, trigliserid, fosfolipid dan asam lemak bebas. Keempat unsur ini merupakan bagian dari lemak. Tiga unsur lemak yang pertama berikatan dengan protein tertentu membentuk lipoprotein dan unsur lemak yang terakhir berikatan dengan albumin. Lemak memang tdak bisa larut dalm plasma darah, kecuali apabila ia berikatan dengan protein itu, barulah ia menyatu, larut dan mengambang dalam darah.
Lioprotein (ikatan antara unsr lemak dan unsur protein) sesungguhnya mengandung ketiga unsur lemak secara bersamaan, hanya saja kadar kandungannya berbeda satu sama lain. Persekutuan ini memungkinkan unsur-unsur lemak itu dapat larut dalam darah dan diserap dari lume usus, keudian dikirim ke seluruh jaringan tubuh.
Lemak yang berasal dari makanan mengalami pemecahan menjadi asam lemak bebas, trigliserid, fosfolipid, dan kolesterol selama proses pencernaan dalam usus. Keempat unsur itu kemudian diserap ke dalam darah dalam bentuk kilomikron dan beredar menuju hati. Disinilah kilomikron kemudian dipecah kembali menjadi trigliserid, kolesterol, fosfolipid dan asam lemak bebas. Di hati pula, trigliserid dan kolesterol disintesis dari karbohidrat. Sebagian trigliserid akan disimpan dalam jaringan lemak dan kolesterol dibuang ke dalam empedu sebagai asam empedu. Sebagan lagi akan berikatan dengan protein tertentu yang disebut apoprotein B dan membentuk VLDL (Very Low Density Lipoprotein).
Kemudian VLDL dipecah oleh enzim lipoprotein lipase menjadi IDL (intermediate density lipoprotein), yang tidak bisa bertahan lebih dari 2-6 am, karena akan langsung berubah menjadi LDL (low density liporpotein).
Kolesterol baik dan kolesterol jelek
LDL yang berlebihan dalam darah akan mudah melekat pada dinding sebelah dalam dari pembuluh darah, menumpuk perlahan-lahan dan membentuk benjolan hingga membuat lumen pembuluh darah menyempit dan keadaan itu bakal menghalangi aliran darah di dalamnya.
Tapi suatu ikatan lain antara kolesterol dengan apoprotein A akan membentuk HDL (high density lipoprotein) dan HDL ini justru mempunyai fungsi berlawanan dengen LDL. HDL akan menyedot kolsterol-kolesterol di jaringan pembuluh darah dan menghantarkannya ke hati untuk dimetabolisme kembali.
LDL disebut bersifat aterogenik, artinya mampu menyebabkan proses pengapuran dinding pembuluh darah (aterosklerosis). HDL sendiri justru mencegah pengapuran itu. Itulah sebabnya, kolesterol LDL dikenal pula sebagai kolesterol jelek (bad cholesterol) dan HDL disebut kolesterol baik (good cholesterol).
LDL dan HDL selalu berada dalam keseimbangan yang dinamik dalam tubuh. Ada yang mempertebal pengapuran dinding koroner, ada pula yang coba memulihkannya. Secara alamiah, tubuh memang selalu menjaga keseimbangan itu. Tapi dalam hal-hal tertentu, tidak jarang keseimbangan ini akan terganggu; kadar LDL cenderung tinggi , sementara HDL rendah. Dan hal ini akan menyebabkan progresi aterosklerosis, artinya prosesi pengapuran dinding itu kian menebal.
Rasio kolesterol total/HDL
Kolesterol total jauh lebih penting untuk diperhatikan lebih dahulu, sebelum melihat faktor risiko lainnya. Walaupun tidak memiliki faktor risiko yang lain, seperti stres yang berat, hipertensi, merokok, diabetes melitus dan sebagainya, tapi apabila kadar kolesterol total berada di atas ambang normal, proses aterosklerosis sepertinya akan tetap terjadi.
Oleh karena itu kolesterol total tidak boleh tinggi. Ia harus dikendalikan sepanjang waktu, dalam kondisi apa pun. Sebailknya apabila kolesterol total normal-normal saja, itu buakn berarti seseorang bebas dari proses pengapuran pembuluh koroner dan kemudian lalai menjaga dirinya. Karena pada kondisi kolesterol total normal, ternyata tidak jarang rasio kolesterol total/HDL justru tinggi. Setelah kolesterol total, rasio ini perlu diperhatikan dengan baik. Rasio kolesterol total/HDL yang ideal bagi laki-laki adalah di bawah 4.5 sementara bagi wanita rasio itu harus di bawah 4.0.
Trigliserid dan Kolesterol
Peranan trigliserid belum begitu jelas. Yang jelas, trigliserid dibentuk di hati dari lemak yang kita makan atau karbohidrat dan disimpan dalam lemak di bawah kulit dan di organ-organ lainnya. Trigliserid diangkut terutama sebagai kilomikron dari usus menuju hati, kemudian mengalami metabolisme di sini. Dan dalam jumlah besar sebagai kolesterol VLDL diangkut dari hati ke seluruh jaringan tubuh.
Oleh karena itu, trigliserid yang tinggi cenderung selalu disertai dengan kolesterol VLDL dan kolesterol LDL yang tinggi pula, sementara kolesterol HDL justru rendah. Itu berarti bahwa trigliserid pun bersifat aterogenik.

Kurang lebih isinya demikian, semoga bisa menambah pengetahuan..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar